Image of Nietzsche : Catatan Pendamping Goenawan Mohamad

Book:Book

Nietzsche : Catatan Pendamping Goenawan Mohamad



Hampir tak ada filsuf yang riwayat hidupnya dikaitkan begitu erat dengan pemikirannya seperti halnya Nietzsche. Hal ini menunjukkan betapa agungnya Nietzsche dimata para filsuf. Buku ini memberikan telaah mendalam atas pemikiran Nietzsche, khususnya konsepnya tentang kehendak untuk berkuasa. Termasuk kaitan kehendak untuk berkuasa dengan pemikir sebelum dan sesudah Nietzsche. Buku ini juga membahas secara detil pandangan para filsuf dan pengaruh pemikiran Nietzsche terhadap para filsuf lain masyhur di jagat ini.

-------------------------------------------------------------
Nietzsche adalah salah satu pemikir terbesar dalam filsafat modern. Gagasan-gagasannya memberontak kemapanan dan mengejutkan banyak kalangan. Ia melawan arus zamannya yang dikuasai oleh ketundukan pada otoritas agama dan ilmu. Ia berteriak sinis pada kekuasaan, ketika banyak orang takluk dan menghamba pada negara.

Buku ini merupakan telaah pertama tentang pemikiran filsuf kontroversial itu. Secara komprehensif, St. Sunardi menguraikan dasar-dasar ajaran Nietzsche tentang Tuhan, manusia, dan moralitas, berikut pengaruhnya terhadap para pemikir sesudahnya, seperti Karl Jaspers, Martin Heidegger, Michel Foucault, Jacques Derrida, dan Muhammad Iqbal. Ajaran-ajaran Nietzsche yang rumit disajikan gamblang, lewat pemaparan yang jernih dan mendalam.

ST Sunardi hebat!, Dia tidak terperangkap dengan paradigma para filsuf Indonesia yang merasa takut dan rendah hati ketika membaca filsuf barat. Hal ini menjadikan karakteristik penulis itu agak emosional dalam membaca filsuf dari barat. Pemikiran Nietzche banyak berbeda dengan filsuf lainnya. Polanya sering tidak sistematis dan runtut. Sering kali identitasnya dianggap sebagai sastrawan daripada filsuf. Gaya ketidakteraturan dalam gaya penulisannya sering kali menuai komentar pedas dari kalangan filsuf lainnya. Pandangan St Sunardi dalam membandingkan dengan filsuf lainnya, tulisan Kant dan Hegel bisa diibaratkan musik klasik, sementara tulisan Nietzche bisa diumpamakan seperti musik jazz.

Oleh karena itu, mengulas pemikiran Nietzhe perlu hati-hati supaya tidak salah dalam mengartikannya. Tidak perlu tergesa-gesa untuk masuk ke perangkap teorinya. Menurut penulis yang menelaah pemikiran Nietzche secara mendalam, pendapatnya tidak sepenuhnya mengandung nilai-nilai atheisme, melainkan juga ada unsur teologis. Sekalipun Nietzche itu sendiri diklaim sebagai orang atheisme, tapi sebelum beranjak sejauh itu, amat penting untuk mengartikan secara bahasa agar tidak terjadi simpang siur penafsiran teori Nietzche. Maksud Tuhan telah mati (the god is dead), bukan kepada Tuhan sebagai objeknya, melainkan kepada manusia itu sendiri yang menjadi subjek.

Menurutnya arti kematian adalah bentuk ketidakmampuan manusia untuk menjalankan norma-norma agama. Dari sini, sedikit ditemukan benang merah dari pendapatnya yang sangat aneh, sebab Nietzche lahir dari keturunan agamawan, yakni kalangan Protestan Lutheran Jerman. Namun, dari fenomena inilah yang menjadi akal permasalahannya karena dia telah tahu kehidupan orang beragama. Literatur agama yang memberikan nilai-nilai kebenaran dan keyakinan hanya sebatas pemahaman belaka, tidak bisa dipraktikkan di dunia nyata. Ini menunjukkan, manusia masih tetap mengikuti hasrat nafsunya yang rakus, segalanya merasa kurang.


Ketersediaan

4101110032792"Nietzshe" Sun nPerpustakaan FIS UNYTersedia
4101110032892"Nietzshe" Sun nPerpustakaan FIS UNYTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
92
Penerbit Lkis : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
xx+287hlm.;18cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9798451600
Klasifikasi
92
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
42032,61601
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this